Home » Informasi » Sejarah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
sahabat dhuafa

Sejarah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja, kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Allah berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami, sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Isra’ 17:1)

أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (An Najm 53: 12-18)

Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga ke Masjidil Aqsa, lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat paling tertinggi, disini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu.

Dalam Isra Mi’raj, Allah memerintahkan shalat 5 waktu?

Didalam agama Islam, setiap hamba diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat 5 waktu yaitu Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Maghrib. Hukum shalat 5 waktu ini adalah wajib, artinya setiap manusia diharuskan menunaikan ibadah shalat yang akan mendapatkan pahala, dan bila ditidak dikerjakan maka akan mendapatkan dosa.

Tahukah anda bahwa perintah kepada umat nabi Muhammad SAW untuk menunaikan ibadah shalat 5 waktu itu diperintahkan Allah SWT pada peristiwa Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW.

Nabi SAW bersabda:

“Allah mewajibkan atas umatku 50 shalat dan aku kembali dengan perintah itu, sampai aku melewati nabi Musa di mana dia bertanya, “Apa yang Allah wajibkan kepada umatmu?” Aku menjawab, “Allah mewajibkan 50 shalat.”Musa berkata, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa dan berkata, “Allah telah menghapuskan sepatuhnya.”

Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya dan aku kembali kepada Musa.

Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu, karena umatmu tidak akan kuat atas perintah itu.” Maka aku kembali dan Allah berkata, “Shalat itu lima (waktu) dan dinilai lima puluh (pahalanya) dan perkataan-Ku tidak akan berganti.” Aku kembali lagi kepada Musa.

Musa berkata lagi, “Kembali kepada tuhanmu.” Namun aku berkata, “Aku sudah malu kepada tuhanku.” (HR Bukhari Muslim)

Hikmah Isra mi’raj?

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini merupakan peristiwa luar biasa, penting dan bersejarah bagi umat Islam, hendaknya kita jadikan renungan agar senantiasa memperkuat keimanan dan keislaman kita, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan kecintaan kepada nabi besar Muhammad SAW.

Setiap perkataan dan perbuatan nabi Muhammad haruslah kita jadikan contoh dan diaplikasikan didalam kehidupan kita sehari-hari, perkataan yang jujur dan lembut serta perbuatannya yang santun membuat kita semua terhindar dari kegelapan dan kesesatan dunia. Menyayangi dan menyantuni anak-anak yatim dan dhuafa temasuk tuntunan Nabi Muhammad SAW yang dilakukannya semasa beliau masih hidup, dan riwayat itu dapat kita temukan di banyak hadist.

Semoga dengan mengenang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT kita dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhkan semua larangan-Nya, termasuk menunaikan ibadah shalat 5 waktu dan juga meniru perbuatan Nabi Muhammad SAW yang selalu menyantuni anak-anak yatim dan dhuafa, Amin yaa robbal alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.