Home » Artikel » Surat Untuk Perokok!
sahabat dhuafa

Surat Untuk Perokok!

ROKOK?, jika kita berbicara tentang rokok, atau mendengar tentang rokok, siapa yang tidak tau tentang rokok?, berbagai usia pun mungkin tidak awam jika mendengar kata-kata ini, bahkan mungkin jika kita menanyakan rokok pada anak seusia 3 tahun dia bisa memperagakan cara merokok!.

ROKOK!, benda fenomenal yang amat sering kita temui di kehidupan kita sehari-hari ini terbuat dari bahan dasar tembakau yang diperoleh dari tanaman Nicotiana Tabacum L, tembakau dipergunakan sebagai bahan dasar sigaret dan cerutu baik penggunaan menghisapnya dengan pipa atau tanpa pipa.

Tembakau pertama kali dikenal di Meksiko sejak lebih dari 2500 tahun lalu, sekitar tahun 1492 M sebagian pelaut Eropa menemukan tembakau sebagai bahan dasar rokok saat pertama kali menemukan benua Amerika, setelah itu tembakau mulai dipasok ke berbagai belahan benua Eropa. Pada abad ke-17 para ahli perniagaan Eropa memperkenalkan tembakau di seluruh Asia dan Afrika, lalu pada abad ke-19 orang-orang Spanyol memperkenalkan cerutu ke Asia melalui Filipina, Rusia dan Turki, mulai saat itulah tembakau mulai menyebar ke negeri-negeri Islam.

Kebiasan merokok di masyarakat kita sudah menjadi kebiasaan yang dianggap biasa, mungkin karena begitu banyaknya para perokok atau juga karena begitu banyaknya aktivitas merokok yang biasa kita jumpai disekitar kita sehingga merokok menjadi hal yang lumrah dan biasa saja, dari kalangan pengusaha sampai karyawan dan buruhnya, dari mulai pejabat sampai rakyat jelatanya, dari kalangan intelektual sampai kalangan orang awamnya, dan dari kalangan tokoh agama sampai umatnya, mereka tidak lepas dari kebiasaan merokok.

Lihat lah orang-orang yang ada disekitar kita, keluarga dan teman-teman kita, tetangga dan relasi kita, banyak diantara mereka adalah perokok maka begitu akrabnya kita dengan dunia rokok, bahkan banyak yang menyebut Indonesia adalah surganya perokok karena begitu bebas dalam merokok.

Disini kita bahas sedikit tentang hukum rokok, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum merokok menurut syari’at?.

Dalil dari Al-Qur’an adalah firmanNya.

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” [Al-Baqarah/2 : 195]

Maknanya adalah janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok termasuk perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.

Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta, makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.

Dalil dari As-Sunnah yang lainnya, sebagaimana hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi.

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak oleh membahayakan (orang lain)”

Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.

Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa, orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri.

Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya, alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka, karenanya anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka.

Astaghfirullah… bahkan produsen rokok pun menyebut rokok dengan “barang hina”, mereka terang-terangan hanya menjual rokok kepada orang lain demi meraup keuntungan, mereka menikmati keuntungan dari uang Anda membeli rokok. Sedangkan Anda?,anda mendapatkan penyakit, kehilangan uang dan kesehatan. Bagaimana dengan produsen rokok di Indonesia?, jawabannya adalah sama!, mereka juga tidak merokok. Silahkan tanyakan sendiri ke pengusaha rokok Dja**m, Sampo**na, dan perusahaan rokok lainnya.

Namun ada juga yang bependapat berbeda, pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan tidak mendukung kampanye untuk menekan angka perokok di Indonesia yang dijalankan oleh Kemenkes, mengatakan bahwa sampai kiamat ulama NU tidak akan mengharamkan rokok.

“Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU gak akan mengharamkan rokok,” kata Kiai Arwani Faisal, Staff dewam halal PBNU saat membawakan materi di diskusi publik ‘Kampanye kondom, anti rokok: Indah tapi manipulatif,’ di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

“Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi,” katanya sambil tertawa” Para ulama’ berbeda pendapat dalam hukum rokok,Allah swt. berfirman : “Allah sama sekali tidak pernah berkehendak memberimu kesulitan walau sedikit”. Rasulullah saw. bersabda : “Yang halal sudah nyata dan yang harampun telah nyata.”

(Sumber: voa-islam.com)

Dibalik haram atau tidaknya rokok, boleh atau tidaknya merokok mungkin masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda, karenapun di Negara kita sendiri Indonesia tidak melarang untuk para perokok untuk merokok, dan rokok pun masih secara legal diperjualbelikan dimana-mana.

Sesuai judul diatas…

Dear perokok yang terhormat…

Siapapun kalian, berapapun usia kalian, dari kalangan apapun kalian, apapun jabatan kalian..

Para perokok yang terhormat..

Berapapun banyak rokok yang kalian beli, dan sesering apapun kalian mengisapnya..

Apa tak pernah kalian mengingat saudara saudara kita, adik adik kita yang tak terbesit dari benak mereka untuk mengenggam rokok dan menghisapnya yang nantinya  membuat mulut mereka tidak pahit setalah makan. Betul tidak? Seringkali kita mendegar para perokok yang terhormat menggumam ingin merokok  agar mulut tidak pahit!

Para perokok yang terhormat..

Lihatlah dan tengoklah saudara saudara kita adikadik kita yang membutuhkan uluran tangan kita yang membutuhkan 1 atau 2 batang rokok kalian untuk mereka jadikan sesuap nasi. Yang membutuhkan  1 atau 2 rokok kalian untuk menyambung hidup mereka dari terbit pagi hingga langit berubah gelap dengan sendirinya..

Para perokok yang terhormat, berapa bungkus kalian habiskan dalam sehari bahkan dalam sebulan?

Para perokok yang terhormat bolehkan saudarasaudara kita dan adikadik kita yang ditinggal ayahnya,ibunya, bahkan dengan masih ada ayah atau ibunya meminta beberapa bungkus rokok kalian untuk dijadikan kembali rupiah sebagai penukar semangkuk nasi serta lauknya?.

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيْهِ أِلّا مَلَكَانِ يَنْزِ لَا نِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطَِ مُنْفِقًا خَلَقًا وَيَقُوْلُ الْا خَرُ اللّهُمَّ أَعْطَِ مُمْسِكًا تَلَفًا (رواه مسلم)

“Tidak satu hari pun yang dilalui hamba Allah, kecuali ada dua malaikat turun kepadanya. Satu diantaranya berdoa: Ya Allah berilah ganti bagi orang yang telah menafkahkan hartanya di jalan-Mu. Sedangkan yang lainnya berdoa: Ya Allah, berilah kerusakan atas harta orang yang enggan menafkahkannya.” (HR. Muslim)

Apabila bersedekah dalam kebaikan maka kita didoakan oleh malaikat agar harta yang kita sedekahkan diganti oleh Allah SWT, dan apabila kita enggan dalam bersedekah, maka malaikat juga mendoakan agar harta kita lenyap.

Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda:

أِنَّ الصَّدَ قَةَََ لَتُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيْتَةِ السُّوءِ رواه الترمذى))

“Sesungguhnya sedekah itu memadamkan murka Allah dan mencegah dari proses kematian yang menyengsarakan.” (HR. Tirmidzi).

Para perokok yang terhormat, bakarlah rokok kalian dan hisaplah rokok kalian hingga asapnya mengebul dimana-mana, sehingga tak bermanfaat untuk kalian sendiri bahkan orang disekitar kalian. Tapi ingatlah para perokok yang terhormat, betapa besar manfaat yang engkau sedekahkan berapapun itu jumlahnya untuk mereka yang MEMBUTUHKAN…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.