Home » Artikel » Tabiat Jalan Dakwah
sahabat dhuafa

Tabiat Jalan Dakwah

Melewati jalan dakwah ini tak semudah yang diharapkan dan tak semudah juga yang di pikirkan banyak orang, tapi tak sesulit yang dibayangkan juga, asal kita tahu karakteristik dari jalan dakwah tersebut. Kita harus tahu apa hambatannya dan apa rintangannya yang ada di jalan itu, agar kita dapat merancang cara untuk menghadapinya. Kita juga harus tau apa yang di dapat ketika kita sampai pada tujuan kita atau akhir dari perjalanan kita, buat motivasi ketika rintangan kian memuncak.

Dapat kita analogikan seperti contoh berikut:

Jalan menuju ke sekolah dan jalan menuju ke Bandung, lebih enak mana?, pasti jalan menuju ke sekolah kan, kenapa?, karena jalan menuju ke sekolah kita sudah tahu akan lewat jalan mana, dan kita pun sudah tahu akhir dari perjalanan itu kita akan mendapatkan apa karena memang hampir setiap hari kita melewati jalan tersebut, sedangkan jalan menuju ke Bandung belum tentu kita paham dengan jelas karakteristik jalanannya.

Dari contoh diatas maka penting bagi kita untuk tahu tabiat jalan Dakwah, bagaimana karakteristik jalan tersebut, kita harus tahu ciri-cirinya, jadi ketika di hantam dengan rintangan dan ujian insya Allah akan kuat.

Tabiat Jalan Dakwah itu meliputi Ujian dan Kemenangan.

  1. Ujian.
    Alkisah ada seorang petani yang selalu menang dalam perlombaan jagung, 3 periode selalu menang, periode ke 4 petani tersebut tidak boleh mengikuti lomba tersebut, tetapi dia menjadi juri dan dia menyampaikan rahasia cara meraih kemenangannya.Rahasia jagungnya selalu menang lomba karena dia menanam bibit unggul di ladangnya, tapi bibit unggul tersebut tidak hanya ditanam didalam lingkungannya saja, bibit unggul itu ia sebarkan di ladang tetangganya juga. Pertanyaannya, kenapa dia menebar bibit unggulnya di ladang tetagganya?, padahal hal itu bisa membuat persaingan semakin ketat.Dia katakan seperti ini: “Ketika ladang jagung saya bagus, sedangkan ladang sekitar jelek maka penyerbukan ladang tetangga akan menyebar ke ladang saya, karena tertiup angin melalui serbuk sari, yang nantinya ladang jagung saya pun akan menjadi jelek, jadi saya menebar bibit unggul di ladang tetangga agar penyerbukan yang melalui angin yang hinggap di ladang saya tetap bagus karena dari satu bibit yang sama.”Pentingnya ini lah kita berbagi bersedekah dengan kebaikan sesama, karena apa yang kita beri maka itulah yang kita dapatkan, perlu membentuk kebaikan, sesulit atau sekecewa itu, ujian hidup bisa datang karena kurangnya kita dalam bersedekah dan kurangnya kita dalam bersyukur.

    “Robbisyrohli shodri, wa yassirli amri, wahlul’uqdatammillisaani, yafqohu qouli“

    “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”(QS Thaha [20]: 25-28)

  2. Kemenangan
    Ada ujian ada kelulusan, setelah rintangan yang amat melelahkan maka kemenangan di dapat, karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, nikmati prosesnya ketika sedang dalam ujian. Orang-orang yang saat ini sedang menempuh perihnya jalan Dakwah, tak usah risau, ingatlah bahwa kelak kita akan tinggal disebuah Menara Cinta, menara cinta yang dicemburui oleh para malaikat, menara khusus untuk mereka orang-orang yang:“… Wa ‘amilushshaalihaati watawaa shaubil haq watawa shaubishshabr”, “… dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Asr: 3)

Bersedekahlah dengan dakwah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.